Walhal pernah kau bangkitkanGugusan-gugusan sperma dari waad kau
Berterabur bagai lipan kekejangan
Bahangnya menusuk pangkal lengan
Tapi, mampukah kau hidup tanpa pedoman?
Walhal telah diberitakan
Malaikat itu akan turun dari persinggahan
Warsilahnya, engkau mungkin kesejukan
Mengharapkan bangkai-bangkai salji sebagai selimut
Nadra-nadra indah habis telah kau kemut
(Jangan percaya bayang-bayang,
Hanya refleksi canggung diulang tayang
Marilah memeluk qaseh dan sayang)
Walhal telah kau bisikkan
Khamar dewi dari penantian qiara
Berdondang sayang dengan Setan
Mari kuteguk engkau di danau kebebasan
Ditunjukkan jalan sebenar ke langit
Balar di Mega Tandus,
Aku harap engkau temui Jalan yang Kudus !