Barangkali sudah tertulis
Senandung perpisahan di kamar
Keesaan Sang Pencipta
serindit-serindit berterbangan
Pada setiap saat pertemuan
Aku tetap mendongak dan memanjat
Agar tiada episod tak dirancang
Selamat Bertamu, Kepedihan
Siapa yang akan merawat
Hati yang terbenam
Kala kita melastik purnama
Bintang disula 7 karulamunan (karun+lamunan)
Tegar di sisi malam
Aku sentiasa mendengar tangis-tangis
Yang datang dari hati hancur
Entah mengapa kita sering terlupa
Memujuk rayu pada hati yang luhur
'Vaginatul KhufNur '(??), aku melangkah dari pantai pertemuan
Aku optimis di garis pemisah episod ditentukan
Mungkinkah aku akan tersungkur dijalar pertemuan?
'Tragissyahadah Al-Muftazah' (??) maka perpisahan mengota janji
Virama I
Pertemuan
adalah jalan yang diciptakan Sang Pemusnah kepada
kepedihan abadi
Tetamu asing yang
munculnya sekadar persinggahan
tapi hilangnya satu keabadian
yang tak mungkin dapat dilupakan
Virama II
Pertemuan yang dihinggapi dengan saling sayang-menyayangi
kini diiringi dengan perpisahan dan air mata
P/s: Aku mengintai Virama III, IV & V untuk melengkapkan puisi-collabo ini dari Pekong! Selamat Pulang, Pertemuan ve. Salam Bertamu, Perpisahan
Gambar hiasan: DJ Pekik a.k.a Pekak

