Lembayung sepi itu adalah aku
Yang kini meniti di balik purgamma
Aku tak akan dapat menyusup ke perasaanmu lagi
Dan memintal benih-benih sayang
Tiada sisa-sisa yang ditinggalkan
Hanya elegi & mimpi bayangan
Maka,
Pelangi pun pudar warna
Di antara jalur-jalur ada cebis memori yang berselerakan
Aku cuma mengutip, namun yang pasti...
Tiada apa yang dapat kutitip
Inilah saja harapan yang tetap kusisip
Sampai akhir waktu
Dapatkah kau merasakan
Pabila hanya lambaian terakhir yang
menjadi pengabadian untuk
saat-saat hujung pertemuan
Dari satu hati yang suci kepada
satu hati yang sudah membenci
Biarkan aku pergi membawa kesedihan tersendiri
Dan jangan pekikkan namaku di pusara nanti
