Isnin, 9 Mac 2009

Maya Kecundang

Detik-detik yang tercipta
Antara kita berdua
Menjadi lambang sejatiku

Perlukah aku bertanya
Pada sang khilaf permata
Ke mana arah yang dituju

Aku hanya penyair malang (rawan)
Tak bisa menghuraikan
Dan mencoretkan kata-kata

Bagaikan sang bulan
Meratap kesiangan
Menanti di Mahligai Impian
Maya Kecundang
Hanya kenangan yang bisa kusentuh..
Kusentuh
Ini nasib dan takdir kita

Aku hanyalah penyair
Aku hanyalah sang rawan
Aku hanyalah penyair
Aku hanyalah sang rawan

2 ulasan:

uden kingkong berkata...

bro nape x pos code skali...xpon tabs...
ni dak2 halus taman peggaram requested..

Tanpa Nama berkata...

Saya admire puisi awak 'pekak'..

iklan selingan

Malaysia Web Hosting

nombor ramalan